Mentari itu kini bukan bersinar untuk ku
Mimpi itu kini bukan penghias tidur ku
Angin itu tidak pernah membelai kulit ku
aku diam
dia bicara
Dia bicara
aku diam
membuat dia ada sama dengan bodoh
membuat dia hidup sama dengan tolol
hina kata ku membuka luka
aku diam dan dia pergi...
Sang Pemilih sejati yang merobek jiwa Sang Peri kecil
sudah melambaikan tangan terakhir tanpa kata
dan harus sadar akan kenyataan
Hai aku yang diam berhentilah membencinya
karena akan membuat mencintai dirinya
Dan harus bertutur dalam bahasa rahasia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar