Senin, 07 September 2009

aku merindukannya seperti aku membecinya

Mentari itu kini bukan bersinar untuk ku

Mimpi itu kini bukan penghias tidur ku

Angin itu tidak pernah membelai kulit ku

aku diam
dia bicara

Dia bicara
aku diam

membuat dia ada sama dengan bodoh
membuat dia hidup sama dengan tolol

hina kata ku membuka luka

aku diam dan dia pergi...
Sang Pemilih sejati yang merobek jiwa Sang Peri kecil

sudah melambaikan tangan terakhir tanpa kata
dan harus sadar akan kenyataan


Hai aku yang diam berhentilah membencinya
karena akan membuat mencintai dirinya

Dan harus bertutur dalam bahasa rahasia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar